Metode penelitian
Muhammad Zidane Budiman
8040200103
Metode Penelitian Ilmiah dan Non Ilmiah
- 10 Oktober
Penelitian merupakan upaya untuk memperoleh kebenaran, dilakukan dengan kerangka landasan yang mengandung dua unsur penting yaitu pengamatan (observation) dan penalaran (reasoning) bagi terciptanya ilmu pengetahuan.
Berdasarkan ukuran dan kualitasnya, penelitian dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu :
- Penelitian Ilmiah.
- Penelitian Non Ilmiah (Penelitian Tidak Ilmiah).
Penelitian Ilmiah
- Adalah rangkaian pengamatan yang sambung menyambung, berakumulasi dan melahirkan teori-teori yang mampu menjelaskan dan meramalkan fenomena-fenomena. Penelitian ilmiah sering diasosiasikan dengan metode ilmiah sebagai tata cara sistematis yang digunakan untuk melakukan penelitian.
- Perumusan masalahnya jelas dan spesifik. Masalah merupakan hal yang dapat diamati dan diukur secara empiris. Jawaban permasalahan didasarkan pada data.
- Proses pengumpulan dan analisis data, serta pengambilan keputusan berdasarkan logika yang benar.
- Kesimpulan yang didapat siap/terbuka untuk diuji oleh orang lain.
Penelitian non ilmiah
- Perumusan masalah yang kabur atau abstrak.
- Masalah tidak selalu diukur secara empiris dan dapat bersifat supranatural/dogmatis.
- Jawaban tidak diperoleh dari hasil pengamatan data di lapangan.
- Keputusan tidak didasarkan pada hasil pengumpulan data dan analisis data secara logis.
- Kesimpulan tidak dibuat untuk diuji ulang oleh orang lain.
Perbedaan Penelitian Berdasarkan Keilmiahan :
1. Penelitian Ilmiah
Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah/meyakinkan. Ada dua kriteria dalam menentukan kadar/tinggi-rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu:
a. Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti.
b. Kemampuan untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat/waktu lain;
2. Penelitian non ilmiah
a. Berdasarkan Spesialisasi Bidang (ilmu) garapannya : Sebagian penelitian yang non ilmiah didapati pada bidang garapan sebagai berikut :
1. Bisnis (Akunting, Keuangan, Manajemen Pemasaran)
2. Komunikasi (Massa, Bisnis, Kehumasan / PR, Periklanan)
3. Hukum (Perdata, Pidana, Tatanegara, Internasional)
4. Pertanian (agribisnis, Agronomi, Budi Daya Tanaman, Hama Tanaman)
5. Teknik, Ekonomi (Mikro, Makro, Pembangunan), dll.
b. Berdasarkan dari hadirnya variabel (ubahan) :
variabel adalah hal yang menjadi objek penelitian, yang ditatap, yang menunjukkan variasi baik kuantitatif maupun kualitatif. Variabel : masa lalu, sekarang, akan datang.
Penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan/ menggambar-kan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to describe = membeberkan/ menggambarkan). Penelitian dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen.
a. Perumusan masalah
Perumusan masalah merupakan langkah untuk mengetahui masalah yang akan dipecahkan
sehingga masalah tersebut menjadi jelas batasan, kedudukan, dan
alternatif cara
untuk memecahkannya. Perumusan masalah juga berarti pertanyaan mengenai
suatuobjek secara tertulis, sehingga dapat diketahui faktor-faktor yang berhubungan
dengan objek tersbut.
b. Penyusunan Kerangka Berpikir/ Dasar Teori
Penyusunan Kerangka berpikir merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan antara berbagai faktor yang berkaitan dengan objek dan dapat menjawab permasalahan.
Keterangan keterangan dalam menyusun suatu dasar teori dapat diperoleh dari buku-buku
laporan hasil penelitian orang lain. Wawancara dengan pakar, atau melalui pengamatan langsung (observasi) di lapangan. Dasar teori berguna sebagai dasar menarik hipotesis.
c. Penarikan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara atau dugaan terhadap permasalahan atau pertanyaan yang diajukan berdasarkan kesimpulan kerangka berpikir/dasar teori. Dikatakan
sebagai jawaban sementara karena hipotesis ini baru mengandung kebenarannya yang bersifat logis dan teoritis. Kebenarannya belum bersifat empiris, karena belum terbukti melalui eksperimen.
d. Eksperimen/Percobaan
Untuk menguji hipotesis dapat dilakukan dengan melakukan observasi dan percobaan atau
eksperimen. Dari eksperimen atau percobaan tersebut akan diperoleh data. Data inilah yang akan dianalisa untuk memudahkan penarikan kesimpulan.
Dalam melakukan eksperimen diperlukan beberapa variabel penelitian. Variabel
penelitian adalah faktor-faktor yang berpengaruh dalam suatu eksperimen.
Variabel penelitian tersebut ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari. Dengan
adanya variabel penelitian akan diperoleh informasi mengenai faktor-faktor yang
berpengaruh dalam eksperimen sehingga lebih mudah untuk menarik kesimpulan.
Jenis-jenis penelitian sebagai berikut:
a) Variabel
Bebas adalah variabel yang sengaja dibuat tidak sama dalam eksperimen.b) Variabel
Terikat adalah variabel yang muncul akibat perlakuan dari variabel bebas.c) Variabel
Kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan
variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor luar
yang tidak diteliti.
e. Analisis Data
Data
diperoleh dari hasil eksperimen. data hasil eksperimen dibedakan menjadi 2:
1) Data
kualitatif yaitu data yang tidak disajikan dalam bentuk angka tetapi dalam
bentuk deskripsi. Contoh data ciri morfologi.
2) Data
kuantitatif yaitu data yang disajikan dalam bentuk angka. Contoh data hasil
pengukuran tinggi batang suatu tanaman. Dta kuantitatif harus diolah dalam
bentuk tabel, grafik, atau diagram sehingga mudah dipahami orang lain.
f. Penarikan
Kesimpulan
Penarikan kesimpulan harus mengacu pada hasil eksperimen. Kesimpulan dari suatu
penelitian harus diambil berdasarkan semua data yang diperoleh. Penarikan kesimpulan
bukan berdasarkan hasil rekayasa atau kkeinginan peneliti. Bukan pula untuk
menuruti kemauan pihak tertentu dengan cara memanipulasi data. Kesimpulan harus
memiliki hubungan yang jelas dengan permasalahna dan hipotesis.
Ada 2 kemungkinan yang ada dalam pengmbilan kesimpulan, yaitu hipotesis diterima
dan hipotesis ditolak.
2. Metode
Non Ilmiah
Ada beberapa pendekatan metode non ilmiah yang banyak digunakan, yaitu; pendapat
otoritas, pengalaman, penemuan secara kebetulan dan coba-coba (Trial and Error), metode a priori dan sebagainya.
a. Pendapat Otoritas
Pendapat otoritas ilmiah berasal dari orang-orang yang biasanya telah menempuh pendidikan formal tertinggi atau orang yang telah mempunyai pengalaman kerja ilmiah dalam suatu bidang/ilmu. Pendapat-pendapat mereka sering diterima orang tanpa diuji; selalu dipandang benar.
Kadang-kadang ada pendapat yang tidak benar namun karena merupakan pendapat orang yang mempunyai wewenang, orang awan menganggap pendapat itu suatau kebenaran.
Sejarah membuktikan bahwa sebelum diperkenalkan teori Copernicus, orang percaya
bahwa matahari adalah satelit dari bumi. Bumi adalah pusat dari alam semesta.
Copernicus dan kawan-kawanya dengan gigih membuktikan teori baru yang sekarang
dipercaya kebenarannya bahwa sebenarnya bumi dan satelit-satelit yang lainya
berbutar mengelilingi matahari. Ini sekaligus mengakhiri teori salah yang telah
sekian lama selalu dianggap benar karena teori itu berasal dari orang yang
memiliki wewenang.
b. Pengalaman
Untuk memperoleh sesuatu yang mereka inginkan manusia seringkali menggunakan
pengalaman-pengalamannya. Contoh misalnya anak kecil kerapkali menggunakan
pengalaman-pengalamannya untuk mendapatkan sesuatu yang dikehendaki dari orang
tuanya. Misalnya; anak kecil menggunakan pengalamanya bahwa kalau ia selalu
patuh terhadap orang tua dan berprestasi selalu mendapat ganjaran dari orang
tuanya. Sebaliknya, kalau ia tidak patuh dan tidak berprestasi ia kena marah.
Dengan pengalaman-pengalaman seperti itu, anak-anak cenderung patuh dan ingin mendapatkan prestasi yang setinggi-tingginya agar memperoleh pujian dan ganjaran dari orang tuanya.
Pengalaman memang kadang-kadang banyak membantu. Tetapi jika tidak digunakan secara kritis bisa merugikan. Anak kecil yang terbiasa rakus kalau di rumah ; Selalu memilih
kue-kue yang besar waktu ibunya membagi kue-kue kemungkinan anak itu akan
memilih hadiah yang dibungkus dalam bungkusan yang lebih besar meskipun mungkin
isinya barang yang tak berharga.
c. Penemuan
Coba-coba ( Trial and Error )
Penemuan secara kebetulan banyak terjadi dan banyak diantaranya sangat berguna, Misalnya, Newton menemukan hukum grafitasi bumi waktu ia secara kebetulan melihat buah apel yang jatuh. Archimedes, menemukan dalil Archimedes yang sangat terkenal
itu sewaktu ia mandi berendam dalam suatu bak yang penuh air. Ada seorang penderita malaria yang secara kebetulan menemukan obat penyakitnya pada waktu mandi dikolam yang berisi air pahit yang berasal dari kulit pohon kina yang pohonya tumbang ke dalam parit. Penemuan-penemuan seperti itu di peroleh tanpa rencana, tidak pasti, dan tidak melalui langkah-langkah yang sistimati dan terkendali.
Penemuan coba-coba ( trial and error ) di peroleh tanpa kepastian untuk memperoleh suatu
kondisi tertentu untuk pemecahan suatu masalah. Usaha seperti ini umumnya merupakan serangkaian percobaan tanpa arah dan tanpa keyakinan yang pasti untuk suatu pemecahan masalah. Pemecahan terjadi secara kebetulan setelah dilakukan serangkaian usaha coba-coba. Penemuan tersebut pada umumnya tidak efisien dan tidak terkontrol.
Fakta-fakta tentang gejala kebendaan atau alam
diselidiki, dan diuji berulang-ulang melalui percobaan-percobaan (eksperimen),
kemudian berdasarkan hasil eksperimen itulah dirumuskan keterangan ilmiahnya
atau teorinya. Teori pun tidak berdiri sendiri. Teori selalu
didasari oleh suatu hasil pengamatan.
Contoh
:
1. Maxwell
tidak akan sampai menyusun teori gelombang elektromagnetik, kalau seandainya
Faraday tidak berhasil dalam percobaan-percobaannya mengenai induksi
elektromagnetik.
2. Planet
Neptunus tidak akan diketemukan secara teoritis seandainya sebelumnya tidak ada
pengamatan yang menyaksikan suatu keanehan dalam lintasan planet-planet
lainnya.
Jadi
dapatlah disetujui bahwa ipa adalah suatu pengetahuan teori yang diperoleh atau
disususn dengan cara yang khas khusus, yaitu melakukan observasi
eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan
demikiana seterusnya kait-mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain.
Cara untuk memperoleh ilmu yang demikian ini terkenal dengan nama metode
ilmiah.
Metode
ilmiah pada dasarnnya merupakan suatu cara yang logis untuk memecahkan suatu
masalah tertentu. Metode ilmiah inilah merupakan dasar metode yang digunakan
dalam IPA.
Sejak
abad ke 16 para ilmuan mulai menggunakan metode itu ddalam mempelajari alam
semesta ini. Mereka menyadari adanya suatu masalah. Pemecahan masalah itu
dilakukan tahap demi tahap dengan urutan langkah-langkah yang logis,
dikumpulkannya fakta-fakta yang berkaitan dengan masalah tersebut, mengujinya
berulang-ulang melalui eksperimen tersebut yang diyakini kebenarannya.
Pendekatan yang digunakan kadang-kadang bersifat induktif dan kadang-kadang
bersifat deduktif.
Pendekatan
induktif iaalah mengambil kesimpulan umum berdasar dari sekumpulan oengetahuan,
sedangkan yang bersifat deduktif ialah berdasarkan hal-hal yang sudah dianggap
benar diambil suatu kesimpulan dengan menggunakan hal-hal yang dianggap benar
itu.
Sejak
digunakannya metode ilmiah didalam penelitian ilmiah, dimulailah ipa modern
yang kemudian berkembang sangat pesat. Perintis-perinyis ipa modern ialah
Galililoe Galililei (1564-1642), Isaac Newton (1642-1727) dan Robert Boyle
(1626-16910), sedangkan yang khusus dalam ilmu kimia ialah Antoine Lurente
Lavoiser (1743-1793).
Lavoiser melalui
eksperimen-eksperimen yang dilakukannya berulang-ulang telah dapat membuktikan
bahwa pada proses pembakaran terjadi reaksi antara bahan yang dibakan denngan
oksigen yang terdapat di hawa udara jadi bukan karena bahan yang dibakar
tersebut mengandung flogiston seperti anggapan orang-orang sebelumnya.
Berdasarkan penemuanya itu lavoiser telah membukatikan bahwa teori flogiston
itu salah dan sebagai gantinya dikemukakan teori oksigen yang masih berlaku
sampai saat ini. Sukses lavoiser ini diperoleh karena dia menggunakan metode
ilmiah dalam penelitiannya.
Adapun
langkah-langkah didalam metode ilmiah adalah:
1. Perumusan masalah
2. Penyusunan Kerangka Berpikir/ Dasar Teori
3. Penarikan Hipotesis
4. Eksperimen/Percobaan
5. Analisis Data
6. Penarikan Kesimpulan menjadi hasil teori ilmiah
Daftar Pustaka :
https://raharja.ac.id/2020/11/02/perbedaan-penelitian-ilmiah-dan-non-ilmiah/
https://forces.lk.ipb.ac.id/2010/08/22/ilmiah-dan-non-ilmiah/
https://karyatulisku.com/metode-ilmiah-dan-metode-non-ilmiah/
Ahmadi,
Abu, dkk. 2004. Ilmu Alamiah Dasar.
Jakarta: Rineka Cipta.
Darmadi,
Hamid. 2012. Metode Non Ilmiah.http://hamiddarmadi.blogspot.com.[6 April 2013, 12:29].
Nurdiansyah,
Dhany. 2013. Pengertian Metode Ilmiah.
file:///I:/metode-ilmiah.html. [6 April
2013, 13:02]
Purnama,
Heri. 2008. Ilmu Alamiah Dasar.
Jakarta : Rineka Cipta.
Komentar
Posting Komentar